//

Kontak Taaruf

logo
quang cao
Anda Sedang Membaca

Artikel Terkait

Tampilkan postingan dengan label Nikah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nikah. Tampilkan semua postingan
Kontak Taaruf - Tujuan nikah itu bukan untuk bahagia. Karena bahagia itu masalah persepsi, tak ada hubungannya dengan nikah atau belum menikah. Jomblo juga bisa bahagia. Bedanya, setelah menikah ada banyak ujian hidup yang bisa dihadapi bersama dengan pasangan, dan itu membuat segalanya terasa ringan.
___________________________________________ .
.
👉 Share dan tag teman kalian yang suka 👈

___________________________________________

___________________________________________

#majelisjodohfisabilillah #menikahmuda #baperfisabilillah #menikahbahagia #walimatulursy #jomblo #jofisa #nikahbarokah #menikahsyari #taaruf #baperbanget #fotopernikahan #menikah #semangatmenikah #faktamenikah #yukmenikah #inspirasimenikah #potretmenikah 
___________________________________________

#beranimenikah #semangatmenikah #videobaper #singlelillah #jomblofisabilillah #jomblohappy #jomblobahagia #jomblosampaihalal #dakwahjomblo #bukupernikahan #bukuparenting
Kontak Taaruf - TA'ARUF, NADZOR, KHITBAH, NIKAH

Mungkin tahapan menuju jenjang pernikahan yang baik itu seperti demikian adanya.

Bukan nadzor dulu, terus bila face dirasa tidak cukup membuat hasrat bergetar, dia menghilang dengan cukup bilang AFWAN lalu berpindah menjelajahi guratan wajah pada wanita lainnya. 
Seolah wanita hanya sebuah manekin yang tidak punya rasa.
Seolah wajah akhowat ibarat papan reklame yang bila menarik barangnya bisa di beli, bila tak menarik cukup di lirik sambil melangkah pergi.

Berlalu tanpa menyisakan rasa bersalah sedikitpun, pergi tanpa menyadari bila bisa saja tatapan matanya sudah menyisakan kecewa.
Pergi tanpa pernah berpikir bila ada hati yang menyimpan harap namun setelah itu harus terhempas begitu saja.

Dalam sehari nadzor bisa dengan beberapa wanita, untuk memastikan kalau foto yang dikirim comblang bukan hasil kejahatan kamera, lalu pencarian pemuas hasrat pun di lanjutkan kembali.

Pemuas hasrat??
Ya.... Tentu saja demikian, disukai atau tidak itu adalah kata yang paling tepat. 

"Abang tujuan akhy menikah, atau menikah lagi?"

"Menegakkan syari'at, mengikuti jejak Rosululloh ukhty"

Widiiiiiiih niatnya bagus. Namun apa niat baik saja cukup? Oh tentu tidak.
Niat baik harus di barengi dengan tahapan pengaplikasian sesuai dengan yang di anjurkan oleh role modelnya dong. 

Miris.....
AKU sebagai wanita yang baru hijrah casing merasa sangat miris. Ko bisa ya orang yang ngaku sudah lama hijrah  melakukan hal yang demikian?

Setan?....o owwwww lagi-lagi mau menyalahkan setan?,,,hmmm khilaf ko di jadikan kebiasaan. 

Sangat berani menisbatkan diri sebagai seorang salafi. Sementara niat, sikap, dan ucap jauh melenceng dari koridor syari'at.

Ghadul bashor??
Hahahaaaaaa.....itu terdengar seperti lelucon wahai akhy.
Jangan bicara ketinggian, sebab nampak lucu bila tak di barengi sikap yang terhormat menurut syari'at.

Ya aku si wanita yang baru hijrah casing.
Sempat begitu kagum dengan orang yang ngaku sudah lama ngaji sunnah, hidup di lingkungan sunnah. Fasih mengganti kata aku dengan ana, kamu dengan antum, terimakasih dengan syukron, dan kosakata lainnya. Belum lagi pendidikan formalnya tinggi dari university yang ternama pula. Lisan di hiasi dalil dari al-qur'an dan hadits yang bisa saja dia sendiri belum faham itu haditsnya shohih atau tidak.

Dan saya rasa banyak juga wanita  awal hijrah yang begitu mudah terpesona dengan polesan luar macam demikian. Ghirroh hijrah yang menggebu membuat perisai ke hati-hatiannya mengendur, lalu terperangkap pada rayu maut ikhwan bakwan.

Amaziiing 😍😍😍

Sepintas nampak sangat religius, bikin wanita awwam klepek-klepek dan khayalnya seolah surga sudah di depan mata.
Namun pada kenyataannya jauh panggang daripada api. 

Gaess....setiap jiwa dikenai kewajiban untuk berdakwah, dan dakwah dengan sikap efeknya ribuan kali lebih ngena di banding yang hanya mengedepankan retorika. Jaga izzah kalian di hadapan kami yang baru mengenal sunnah baru seumuran kecambah, beri kami contoh yang baik.
Jangan malah sebaliknya.

Beri kami motivasi.
Dukung kami supaya bisa lebih baik.
Jangan pertontonkan kami dengan tayangan yang menjijikan. Cukuplah masa lalu kami jahil, tolong ajari kami kebaikan yang sesungguhnya itu seperti apa, bukan kebaikan SEMU pembungkus NAFSU, pengemas HASRAT, atau hanya pelicin untuk menaklukan dunia saja.

Bukankah tujuan kita adalah AKHIRAT??
Maka utamakanlah aturan PENGHUNI LANGIT
Jangan mudah tergiur dengan imingan materi yang tidak seberapa, lalu lupa tujuan utama.


Kontak Taaruf - IJAB QOBUL, Tak semudah mengatakannya

Siapa yang tidak tahu kalimat yang diucapkan saat Ijab Qobul?? 

Ijab Qabul berbunyi seperti :

 “Saya terima nikahnya fulana binti fulan dengan Mas kawinnya....Tunai.”

Namun, tahukah apa sebenarnya makna dari Ijab Qabul?? 
Maknanya adalah

 “Maka aku tanggung dosa-dosanya si fulana dari ayah dan ibunya, dosa apa saja yang telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat.
Semua yang berhubungan dengan si fulana, aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon anak-anakku”.

Jika suami berhasil, maka Allah swt akan mengumpulkan seluruh keluarganya di surga dengan catatan keluarganya beriman dan sholeh.

Lalu bagaimana jika suami gagal dalam menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya?

”Maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka, aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku.” (HR. Muslim)

Begitu beratnya pengorbanan suami terhadap istri, mulai saat Ijab terucap karena saat itulah dimulai perjanjian seorang manusia dihadapan Allah swt, disaksikan seluruh malaikat dan manusia.

Oleh karena itu, sebaiknya seorang suami mengetahui hak dan kewajibannya sebagai seorang suami, mengetahui makna dibalik ucapan Ijab saat akad, agar dapat mengerti betapa berat tanggung jawabnya setelah mengucap Ijab tersebut.

Begitu pula seorang istri, harus mengetahui hak dan kewajibannya sebagai seorang istri dan seorang ibu bagi anak-anaknya, mengetahui makna dibalik Ijab yang diucapkan suami ketika akad, sehingga mampu menjaga dirinya dari hal-hal yang merugikan.
Kontak Ta'aruf - Lima Rukun Nikah dan Penjelasannya.
"Sebagaimana kita ketahui, rukun adalah bagian pokok dari suatu perbuatan yang membuat perbuatan tersebut dinyatakan sah. Contohnya, shalat tidak akan sah tanpa takbiratul ihram, karena takbiratul ihram merupakan bagian pokok dari shalat tersebut. 

Sementara dalam bab nikah, rukun nikah berarti bagian dari nikah itu sendiri yang mana ketiadaan salah satu diantaranya akan menjadikan nikah tersebut menjadi tidak sah. Dikutip dari Imam Zakaria al-Anshari dalam Fathul Wahab bi Syarhi Minhaj al-Thalab 
(Beirut: Dar al-Fikr), juz II, hal. 41, rukun nikah tersebut ialah: 

فَصْلٌ: فِي أَرْكَانِ النِّكَاحِ وَغَيْرِهَا. " أَرْكَانُهُ " خَمْسَةٌ " زَوْجٌ وَزَوْجَةٌ وَوَلِيٌّ وَشَاهِدَانِ وَصِيغَةٌ 

“Pasal tentang rukun-rukun nikah dan lainnya. Rukun-rukun nikah ada lima, yakni mempelai pria, mempelai wanita, wali, dua saksi, dan shighat. 

Dari pemaparan di atas bisa kita pahami bahwa rukun nikah ada lima, yakni: 

 1. Mempelai pria

Mempelai pria yang dimaksud di sini adalah calon suami yang memenuhi persyaratan sebagaimana disebutkan pula oleh Imam Zakaria al-Anshari dalam Fathul Wahab bi Syarhi Minhaj al-Thalab 
(Beirut: Dar al-Fikr), juz II, hal. 42:

 و شرط في الزوج حل واختيار وتعيين وعلم بحل المرأة له

 “Syarat calon suami ialah halal menikahi calon istri (yakni Islam dan bukan mahram), tidak terpaksa, ditertentukan, dan tahu akan halalnya calon istri baginya.” 

2. Mempelai wanita

Mempelai wanita yang dimaksud ialah calon istri yang halal dinikahi oleh mempelai pria. Seorang laki-laki dilarang memperistri perempuan yang masuk kategori haram dinikahi. Keharaman itu bisa jadi karena pertalian darah, hubungan persusuan, atau hubungan kemertuaan. 

3. Wali

Wali di sini ialah orang tua mempelai wanita baik ayah, kakek maupun pamannya dari pihak ayah (‘amm), dan pihak-pihak lainnya. Secara berurutan, yang berhak menjadi wali adalah ayah, lalu kakek dari pihak ayah, saudara lelaki kandung (kakak ataupun adik), saudara lelaki seayah, paman (saudara lelaki ayah), anak lelaki paman dari jalur ayah. 

 4. Dua saksi

Dua saksi ini harus memenuhi syarat adil dan terpercaya. Imam Abu Suja’ dalam Matan al-Ghâyah wa Taqrîb mengatakan, wali dan dua saksi membutuhkan enam persyaratan, yakni Islam, baligh, berakal, merdeka, lelaki, dan adil.” 

 5. Shighat

Shighat di sini meliputi ijab dan qabul yang diucapkan antara wali atau perwakilannya dengan mempelai pria. 
Demikian, semoga bermanfaat. 

Wallahu a’lam bi shawab. 

Pendiri 
Komunitas Muslim Kontak Taaruf
 (Tb Achmad Ilham Efendi)
💞 KAJIAN PRANIKAH 💞
Jadi sebenarnya orang yang menikah itu mirip orang mau hidup, tidak bisa dipersiapkan apa-apa. Hanya saja yang dapat kamu lakukan seperti halnya anak bayi, jangan pernah berhenti belajar.

Anak bayi gak bisa apa-apa, sama kaya kita waktu awal menikah, gak ngerti bagaimana hidup berumahtangga. Syaratnya satu aja, jangan pernah berhenti belajar.

Pelajari terus suamimu, keluarganya..
Pelajari terus apa yang dia suka, apa yang dia tidak suka..
Pelajari terus, menyatukan dua kepala..

Karena yang namanya menikah tidak semudah yang disampaikan orang, namun juga tidak semenyeramkan yang ditakut-takutin sama orang. Jadi gak bisa ada persiapan-persiapan kecuali menjadi hamba Allah yang Sholehah.

Syaratnya cuma satu, mati dalam pernikahanmu, jangan pernah berhenti belajar.

(Difahami dari Kajian Ustadzah Halimah Alaydrus)

🌸


≠≠≠≠≠===================
NIKAH MUDA(H)

Menikah itu bukan hanya tentang membangun rumah tangga, bukan hanya tentang merubah status single menjadi menikah, atau bukan hanya tentang mencari senang-senang semata

Tetapi menikah itu hakekatnya adalah untuk membangun tangga-tangga menuju surga Allah, maka dari itu pastikan yang akan menjadi calonmu adalah ia yang mempunyai hubungan baik dengan Allah, agar kelak saat bersama kamu bisa menjadi satu tim yang hebat dalam mencari ridho-Nya

Jangan hanya mencari yang sekiranya membuatmu senang saja, atau yang hanya membuatmu bahagia dengan harta-hartanya, karena yang demikian akan sangat membosankan bila tak disentuh dengan keimanan. Maka carilah ia yang apabila dekat dengannya kamu bisa semakin dekat dengan Rabb-mu, karena dengan cara itulah kamu akan merasa bahagia seutuhnya dengannya dalam kondisi dan siatuasi apapun. Insyaallah

Menikahlah dengan dia yang memiliki sejuta maaf atas segala kurangmu. Dan sejuta syukur atas segala kelebihanmu. Menikahlah dengan ia yang tatkala kau tatap wajahnya, imanmu semakin naik. Tatkala senyumnya merekah, membuat hatimu semakin nyaman bersamanya, semoga kamu menemukannya
...........................
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan menjadikan mereka mampu dengan karunia-Nya…” [An-Nuur/24: 32].

Selanjutnya>>

Selengkapnya>>

Hubungi Kami
hotline08151844488
Hubungi Kami
hotline08151844488